Menteri PDTT Carikan Pemda Investor

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mempertemukan empat bupati dengan berbagai investor di Kantor Kalibata Jakarta, Selasa malam (2/5).

Dalam pertemuan ini, Menteri Eko menjembatani kabupaten untuk mendapatkan investasi dari pihak swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri Eko mengatakan, pertemuan yang juga dihadiri oleh beberapa kementerian terkait tersebut bertujuan untuk mempercepat klusterisasi desa-desa.

Ia menjembatani pemerintah daerah untuk berkomunikasi langsung dengan investor, perbankan, dan beberapa kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian LHK.

Salah satu program kementerian yang utama adalah klusterisasi desa-desa. Untuk mempercepat agar desa fokus pada satu produk unggulan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“setiap minggu kami mengundang 5-10 bupati yang siap dengan produk unggulannya,” ujar Menteri Eko.

Empat Bupati tersebut di antaranya Bupati Minahasa Utara, Bupati Tanah Laut, Bupati Poso, dan Bupati Manokwari Selatan. Uniknya dalam pertemuan ini, setiap kabupaten berkomitmen untuk mempermudah perizinan dan prosedur bagi pengusaha yang akan berinvestasi.

Kabupaten Monokwari Selatan misalnya, yang bahkan bersedia memberikan lahan secara gratis kepada investor. “Jadi dengan ini investor juga akan senang masuk ke daerah-daerah terpencil,” ujarnya.

Ia melanjutkan, setelah pertemuan tersebut akan langsung dibuat sebuah whatsapp group agar terjadi pembicaraan lanjutan.

Kemudian, hasil dari pertemuan tersebut akan terus dievaluasi dengan menggelar pertemuan rutin. Satu bulan ke depan, pertemuan yang sama akan kembali digelar untuk melihat progres di lapangan.

“Jadi langsung kita jembatani dengan dunia usaha. Ada bank juga dan beberapa kementerian terkait. Jadi beberapa daerah yang mau nanam jagung kita fasilitasi, butuh pasca panen cokelat juga kita datangkan pasca panen. Kayak Minahasa Utara kelapanya banyak, kita jembatani dengan Salim Group. Ini Salim Group akan buat pembibitan 50-100 Hektar dan kelapanya akan diserap oleh Salim Group,” paparnya.

Menteri Eko berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan hal konkret yang dapat langsung direalisasikan di desa. Karena menurutnya saat ini, telah banyak kabupaten yang tertarik dengan program Produk Unggulan desa.

“Dulu saya mengajak 42 bupati untuk ikut dalam program ini, dan hanya 24 kabupaten yang tertarik. Sekarang setelah berhasil, justru banyak kabupaten-kabupaten yang datang ke saya,” ujarnya. (lar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *