Dua Tahun Penjara Buat Ahok

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dijatuhi vonis 2 tahun penjara oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis terdakwa Gubernur Jakarta,  dalam kasus penodaan agama atas pernyataannya mengenai surat Al Maidah 51 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Pulau Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun,” kata ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto, dalam amar putusan yang dibacakannya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (9/5).

Majelis hakim berpendapat Ahok terbukti melakukan tindak pidana penodaan agama. Majelis hakim juga menilai kasus yang menimpa Ahok murni merupakan kasus pidana dan sama sekali tak berkaitan dengan masalah kebinekaan, seperti yang disampaikan pembela dalam pembelaaanya. Majelis hakim juga tidak melihat alasan pembenar dan alasan pemaaf bagi terdakwa.

Sebelum menjatuhkan vonis, majelis mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan, terdakwa Basuki tidak merasa bersalah, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan dan menciderai umat Islam, serta perbuatan terdakwa dapat memecah kerukunan antarumat bergama dan antargolongan.

“Keadaan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan di persidangan, terdakwa bersikap kooperatif selama mengikuti proses persidangan,” kata salah satu anggota majelis hakim.

Terkait putusan tersebut, Ahok menyatakan dirinya mengajukan banding.

Vonis ini lebih berat dari tuntutan Jaksa. Sebelumnya, tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Ali Mukartono menuntut Ahok 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun dalam kasus dugaan penodaan agama. (gt)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *